Peristiwa
Menristekdiki akan Revitalisasi Politeknik di Indonesia
12-03-2018 - 23:43 | Views: 941
Menristekdikti, Mohammad Nasir (dua dari kiri) saat memberi arahan pada rapat koordinasi Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI), Senin (12/2/2018) malam, di Hotel Singhasari Kota Batu, Jawa Timur. (FOTO: Ferry/TIMES Indonesia)
Menristekdikti, Mohammad Nasir (dua dari kiri) saat memberi arahan pada rapat koordinasi Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI), Senin (12/2/2018) malam, di Hotel Singhasari Kota Batu, Jawa Timur. (FOTO: Ferry/TIMES Indonesia)

NUNUKANTIMES, BATU – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menegaskan, akan melakukan  revitalisasi politeknik di Indonesia.

Hal itu disampaikannya pada rapat koordinasi Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI) yang diikuti oleh 40 politeknik se-Indonesia, Senin (12/2/2018) malam, di Hotel Singhasari, Kota Batu, Jawa Timur.

Selama ini, kata dia, pendidikan di politeknik selalu hanya Diploma 3 (D-3). Jenjang ini akan diperbaiki, multi entry-multi exit (MEME).

Dia melanjutkan, pada tahun pertama masuk, mahasiswa politeknik akan mendapat Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 3.

"Kalau dia keluar dari kuliah dan langsung kerja, kembali lagi masuk di tahun kedua, atau dia kuliah sampai selesai. Ini yang tidak pernah ada selama ini," kata Nasir kepada awak media.

Tujuannya, lanjutnya, ingin menetapkan pada politikenik bahwa tidak ada istilah mahasiswa drop out (DO) atau zero drop out. 

Dia berharap, dengan penerapan sistem ini, kualitas SDM lulusan politeknik akan jauh lebih baik.

Dalam arahannya, Menristekdiki juga mengatakan bahwa lulusan politeknik harus menjadi SDM yang siap kerja, bukan siap training. (*)

Pewarta
: Ferry Agusta Satrio
Editor
: Widodo Irianto
Publisher
: Rizal Dani