TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Mahasiswa di Jember Menjadi Korban Jambret di Siang Bolong

21/04/2018 - 14:27 | Views: 7.08k
Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal sedang meminta keterangan korban penjambretan. (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)

TIMESNUNUKAN, PROBOLINGGO – Aksi kejahatan tak mengenal lokasi dan waktu. Bahkan di siang bolong pun, jambret tetap beraksi. Seperti yang terjadi di jalan diponegoro, Kelurahan Sukabumu, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo Jawa Timur.

Dua orang remaja, asal Kalisat Kabupaten Jember, menjadi korban jambret di siang bolong. Sabtu (21/4/2018) siang, Shinta (20) dan Nita Wahyulianti (21), mahasiswi Politekhnik Jember, sedang berjalan kaki di jalan Diponegoro. Keduanya hendak pulang ke tempat kos, di sekitar MH. Tamrin setelah belanja di salah satu mall. Di Kota Probolinggo sendiri, keduanya tengah menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL), di Dinas Komunikasi dan Informatika setempat.

Tanpa curiga, keduanya santai saja berjalan. Tiba-tiba, dari arah belakang, seorang pria mengendarai motor matik hitam, merampas telepon selular Nita. Kebetulan saat itu, korban memegang telepon selular di tangan kanannya. Kesempatan itulah, yang dimanfaatkan pelaku. Usai merampas telepon selular korban, pelaku lari ke arah jalan dr. Saleh dan berbelok ke arah selatan.

“Tidak sadar, tadi langsung di rampas begitu saja. Kami pun langsung berteriak meminta tolong,” kata korban penjambretan, Nita. Aksi itupun langsung dilaporkan ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT), Polresta Probolinggo.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya langsung menugaskan anggotanya untuk melacak pelaku. “Berdasarkan keterangan korban, pelaku berjumlah satu orang, dengan ciri-ciri memakai jaket hitam dan helm merah. Saat ini anggota sedang melakukan pengejaran,” Katanya.

Masih menurut Alfian, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati. Karena aksi kejahatan, timbul bukan karena niat. Melainkan karena adanya kesemspatan. Setidaknya, masyarakat tidak lengah dan ceroboh, ketika membawa uang, barang berharga, maupun perhiasan ehingga tidak menarik perhatian para pelaku kriminal. (*)

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Nunukan
Top

search Search