Pendidikan
Glukoma Tidak Menghalangi Yohana Raih Gelar Sarjana UB
12-02-2018 - 11:23 | Views: 161
Salah satu mahasiswa difabel Universitas Brawijaya, Yohana Febrianti Hera berhasil menyelesaikan studi dan dilantik pada Wisuda Periode 8 tahun akademik 2017/2018.(FOTO: Humas UB)
Salah satu mahasiswa difabel Universitas Brawijaya, Yohana Febrianti Hera berhasil menyelesaikan studi dan dilantik pada Wisuda Periode 8 tahun akademik 2017/2018.(FOTO: Humas UB)

NUNUKANTIMES, MALANG – Salah satu mahasiswa difabel Universitas Brawijaya, Yohana Febrianti Hera berhasil menyelesaikan studi dan dilantik pada Wisuda Periode 8 tahun akademik 2017/2018.

Wisudawati berprestasi dari Fakultas Ilmu Budaya ini resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan, Sabtu,(10/04/2018 ) lalu di gedung Samanta Krida.

Yohana, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, FIB UB tahun 2012, menempuh jalur Seleksi Program Khusus Penyandang Disabilitas lantaran kehilangan kemampuannya untuk melihat karena Glukoma. 

Meski ditengah keterbatasannya, alumnus UB ini telah menorehkan prestasi di bidang seni tarik suara, saat menjadi salah satu finalis X Factor Indonesia. Lewat itu, Yohanna dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat, sehingga kemudian dikenal dengan nama Yohana X Factor. 

Yohanna menyampaikan terima kasih pada Universitas Brawijaya. Ia menilai adanya Pusat Studi dan Layanan Disabilitas, memberi kesempatan untuknya, serta teman-temannya agar tetap bisa kuliah. 

"Kami juga anak bangsa. Terima kasih Universitas Brawijaya", ujarnya.

Glaukoma sendiri merupakan penyakit mata, dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi, sehingga merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak. Kerusakan ini menyebabkan kebutaan jika ada pada tahapan yang parah.

Rektor UB, Prof Dr M Bisri sangat 
mengapresiasi prestasi, baik akademik dan non akademik yang berhasil ditorehkan oleh Yohana. Ia mengaku sangat tekejut.

"Dengan kondisi kesehatannyaa, Yohana bisa menyelesaikan kuliahnya. Ia juga terus berupaya menyembuhkan matanya, ia juga semangat menyelesaikan pendidikannya", katanya.

Bisri pun berharap para penyandang difabel dapat diterima bekerja sesuai dengan bidangnya. Ia mengatakan saat ini sudah mulai ada pegawai difabel di Kementrian, sehingga masyarakat sudah cukup sadar. 

Diketahui, UB merupakan pionir kampus ramah difabel di Indonesia. Bekerja sama dengan Macquaire University pada tahun 2013, UB mulai membuka Pusat Studi dan Layanan Disabilitas. 

Lembaga ini bertugas memfasilitasi kebutuhan mahasiswa difabel, termasuk melakukan seleksi, wawancara, simulasi kuliah hingga menyediakan relawan pendamping saat perkuliahan.(*) 

Pewarta
: Imadudin Muhammad
Editor
: Dhina Chahyanti
Publisher
: Sholihin Nur