TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Pertamina Angkat Potongan Pipa Minyak Mentah di Teluk Balikpapan

21/04/2018 - 12:25 | Views: 8.74k
Pertamina berhasil mengangkat potongan kedua dari pipa minyak mentah yang patah di dasar Teluk Balikpapan. (FOTO: CNBC Indonesia)

TIMESNUNUKAN, JAKARTAPertamina berhasil mengangkat potongan kedua dari pipa minyak mentah yang patah di dasar Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, dari kedalaman 22 meter, Jumat (20/4/2018), untuk kepentingan penyelidikan aparat kepolisian.

Potongan kedua ini berbobot lebih dari 9 ton dengan panjang 12 meter, sementara berat pipa mencapai 500 kg per meter, terbuat dari baja setebal 12 milimeter dan garis tengah 20 inci. Potongan pertama yang berhasil diangkat Kamis (19/4/2018) lalu sepanjang 7 meter dengan berat 3,5 ton.

Informasi yang didapat, pada Sabtu (21/4/2018) ini masih diusahakan mengangkat satu lagi potongan pipa dengan panjang lebih kurang 24 meter dan berat 12 ton.

Tim menggunakan crane atau derek berkekuatan 150 ton dan melibatkan 19 orang penyelam untuk menjalankan operasi ini.

"Pemotongan pipa yang dilakukan di bawah air membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, kita harus memperhatikan cuaca dan arus di bawah permukaan laut. Kebetulan pada hari Kamis dan Jumat cuaca cukup baik dan arus relatif tenang sehingga bisa kita kerjakan pemotongan pipa dan pengangkatannya," kata Manajer Komunikasi dan CSR PT Pertamina (Persero) Regional Kalimantan Yudi Nugraha.

Pengangkatan pipa patah tersebut atas permintaan Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Timur yang menurunkan tim ahli identifikasi Inafis. Pengangkatan juga diawasi Kejaksaan Negeri Balikpapan dan TNI Angkatan Laut.

Potongan-potongan pipa itu akan dibawa ke jetty (dermaga) Pertamina RU V untuk diperiksa sebagai investigasi lanjutan oleh Polda Kaltim.

Menurut Direktur Dirkrimsus Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Yustan Alpiani, polisi akan melakukan rekonstruksi berdasarkan semua data yang sudah diketahui.

Pipa-pipa ini diangkat sebagai barang bukti atas kejadian tumpahan minyak mentah sejak pukul 03.00 dinihari dan kemudian kebakaran minyak di perairan Teluk Balikpapan pukul 10.30-11.30 Wita pada 31 Maret.

Sebanyak lima pemancing tewas dalam kejadian kebakaran dan jenazah mereka ditemukan dalam pencarian hingga empat hari. Satu ekor pesut atau Orcaella brevirostris betina usia 4 tahun juga ditemukan mati di terdampar di pantai.

Minyak tumpah menyebar hingga kawasan seluas 12,7 ribu hektare, mencemari hutan mangrove dan kawasan pemukiman masyarakat di Kampung Baru di Balikpapan dan Penajam di Penajam Paser Utara. Sebanyak ribuan orang di kedua tempat mengalami sesak napas, mual, dan muntah karena tidak kuat mencium bau menyengat minyak.

Peristiwa ini adalah salah satu faktor PT Pertamina mengganti sebagian penjabat direkturnya melalui sebuah RUPS Luar Biasa. (*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Nunukan
Top

search Search