Peristiwa - Nasional
Wayang Potehi, Kesenian Tionghoa yang Nyaris Punah
12-02-2018 - 01:12 | Views: 195
Wayang Potehi. (FOTO: IndonesiaKaya.com)
Wayang Potehi. (FOTO: IndonesiaKaya.com)

NUNUKANTIMES, JAKARTA – Barongsai, liang liong merupakan kesenian tradisional Tionghoa yang kerap ditampilkan saat hari raya Imlek. Sebenarnya tak hanya barongsai dan liang liong, warga Tionghoa juga memiliki kesenian yang telah berasimilasi dengan kesenian Nusantara.

Wayang Potehi namanya. Wayang potehi merupakan seni pertunjukan boneka tradisional asal Cina Selatan. 'Potehi' berasal dari akar kata 'pou' (kain), 'te' (kantong), dan 'hi' (wayang). Jadi wayang potehi adalah wayang yang berbentuk kantong dari kain. 

Wayang ini dimainkan menggunakan kelima jari dengan tiga jari tengah mengendalikan kepala, sementara ibu jari dan kelingking mengendalikan tangan sang wayang.

Kesenian ini diduga sudah ada kurang lebih 3.000 tahun lamanya. Menurut sejarah, diperkirakan jenis kesenian ini sudah ada pada masa Dinasti Jin (265 – 420 Masehi) dan berkembang pada Dinasti Song (960-1279). 

Wayang potehi bisa sampai ke Indonesia melalui orang-orang Tionghoa yang datang sekitar abad ke 16.

Di masa Presiden Soekarno, wayang potehi cukup populer di tengah masyarakat. Sayangnya pada awal era Orde Baru, seni wayang ini menghilang dari kehidupan masyarakat. Pada masa itu, wayang potehi hanya dipertunjukkan di kalangan terbatas saja. 

Seiring waktu, wayang potehi hampir punah dari budaya nusantara. Beruntungnya, kesenian ini mulai kembali menggeliat di tengah semangat kebebasan pada era reformasi.

Saat masuk pertama kali di Indonesia, wayang potehi dimainkan dalam Bahasa Hokkian. Namun seiring berkembangnya waktu, bahasa dan latar cerita yang disuguhkan pun menyatu dengan budaya Indonesia. 

Kini, banyak dalang wayang potehi yang bukan dari peranakan Tionghoa, tetapi dari suku lain seperti suku Jawa. (*)

Editor
: Dhina Chahyanti
Publisher
: Rizal Dani