TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Bupati Malang: Andai Rendra Kresna Tak di Malang Lagi, Maka....

11/10/2018 - 16:29 | Views: 21.36k
Bupati Malang, Rendra Kresna (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESNUNUKAN, MALANG – "Andai Rendra Kresna sudah tidak ada di Kabupaten Malang lagi, maka masih ada Wakil Bupati, Sekda, dan Kepala OPD yang akan memimpin jalannya roda pemerintahan Kabupaten Malang." Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Bupati Malang Rendra Kresna di Pringgitan, Kabupaten Malang, Kamis (11/10/2018) siang. 

Ia menyampaikan isi hatinya itu tatkala bertemu wartawan usai menerima puluhan tamu pengusaha muda. Mengenakan setelan batik lengkap dengan kopiah dan sandal, hari itu Rendra menunjukkan sikap kepasrahannya.

Meski babak drama kasus dugaan gratifikasi di Kabupaten Malang masih menginjak prolog, namun sosok Rendra Kresna hari itu seolah-olah ia akan segera mengakhiri jabatan bupatinya. Toh ia masih mau menerima wartawan. Bahkan sebelumnya ia juga menerima rombongan pengusaha-pengusaha muda yang datang untuk memberi support psikologinya. 

Dari balik kacamatanya, tampak betul ia berkaca-kaca. Namun ia tetap tidak mau berbicara soal kasus yang sedang ditangani KPK. Ia lebih memilih berbincang soal bagaimana seharusnya pemerintahan di Kabupaten Malang ini ke depan. 

Ia tidak panik dalam menjelaskannya.  Bahkan Rendra tampak lebih tenang. "Alhamdulillah bahwa sampai hari ini saya masih bisa bertemu dengan para Kepala Dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lewat rapat-rapat harian. Saya katakan kepada mereka, supaya jangan sampai terpengaruh karena status saya, " kata Rendra. 

Kepada para kepala OPD itu, Rendra menyatakan bahwa otonomi daerah, adalah pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dan itu, kata dia, juga harus tetap berjalan bahkan terus ditingkatkan dan menjadi nyata. "Bukan hanya dalam slogan tapi harus dalam situasi yang betul. Jadi jangan sampai patah semangat,  menjadi kendor. Etos kerja yang tinggi harus terus dicapai. Toreh terus prestasi-prestasi, karena pada hakekatnya Bupati itu bukan segala-galanya," tandasnya. 

Pada dasarnya juga, lanjut dia, prestasi dan sebagainya yang telah dicapai selama ini dicapai secara bersama-sama. "Bupati hanya menjadi komandannya, pengarahnya. Namun yang kemudian dicapai itu pada hakekatnya adalah kebersamaan. Dengan semangat kesatuan dan persatuan,"tambahnya.

KEK Harus Tetap Diwujudkan
Rendra juga tidak terlihat terpotong semangatnya dalam memikirkan program-program pembangunan di Kabupaten Malang. Salah satunya yang sempat ia kemukakan kemarin adalah program nasional yang berasal dari usulan daerah. Yakni pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari.

Pembentukan KEK adalah upaya kerasnya bersama seluruh komponen Pemerintah Kabupaten Malang untuk benar-benar diwujudkan. "Kami dorong betul. Kami kawal betul dengan berbagai langkah agar terealisasi, " kata Rendra. 

Karena, kata dia, bila KEK itu terwujud, bukan hanya Kabupaten Malang saja yang terdampak pada percepatan pergerakan perekonomian masyarakat. Namun bisa se-Malang Raya. "Bahkan bisa sampai Jawa Timur, terutama Jawa Timur bagian tengah dan selatan, " tandas Rendra. 

Masalah ini pun dalam rapat akhir-akhir ini, Rendra juga meminta agar KEK Singosari dikawal terus. Jangan sampai terbengkalai. "Saya tegaskan semuanya harus yakin, bahwa tanpa Rendra Kresnapun, KEK itu harus terwujud dan mampu memberikan akselerasi atau dorongan pada percepatan perkembangan perekonomian bagi Kabupaten Malang, Malang Raya maupun Jawa Timur bagian Tengah dan Selatan," ujarnya. 

Pesan-pesan Rendra itupun diberlakukan sama untuk masyarakat Kabupaten Malang. Ia mengatakan, lakukan terus kebersamaan dalam membangun Kabupaten Malang seperti selama ini. "Sebab sekali lagi yang namanya Bupati,  Wakil Bupati, dan OPD itu tanpa keikutsertaan masyarakat, maka pembangunan itu tak akan bisa terwujud," paparnya. 

Awal menjadi Bupati, tahun 2010, yang namanya desa tertinggal di Kabupaten Malang itu jumlahnya 114 desa. Pada 2017, tahun kedua periode ia menjabat, desa tertinggal itu sudah tidak ada jejaknya lagi. 

Desa-desa itu kini menjadi desa dengan status berkembang, maju dan mandiri. Bahkan tahun 2017 dari seluruh desa di Indonesia, indeks pembangunan desa yang tertinggi itu ada di Kabupaten Malang. 

"Dan dari 100 desa yang memiliki indeks pembangunan desa tertinggi di Indonesia itu, 10 diantaranya dari Kabupaten Malang. Itu artinya pembangunan yang kami laksanakan selama ini mendapatkan respon dari masyarakat. Itulah yang saya katakan apalah artinya Bupati, Wakil Bupati dan OPD kalau tidak mendapatkan respon dari masyarakat," tambah Bupati Malang Rendra Kresna. (*)

 

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur
Copyright © 2018 TIMES Nunukan
Top

search Search